href="http://www.widgeo.net">widgeo.net widgeo.net widgets basketball-0007.gif from 123gifs.eu

Follow Us

Senin, 22 Oktober 2012

minggu, 21 oktober 2012 00:48 WIB

Wina DH

Masuk Pasar Musik Nasional

TAK mudah memang untuk tetap konsern dijalur pop Sunda yang notabene jarang dipublikasikan oleh jalur media nasional. Tak heran jika regenerasi genre pop Sunda bisa dibilang cukup memakan waktu yang lama. Alhasil untuk para pendatang pop Sunda bisa dihitung jari, terlebih bagi mereka yang benar-benar eksis dijalurnya.

Salah satu penggiat genre pop Sunda yang sampai kini masih menggaung dijalurnya yaitu Wina Roataman atau yang akrab disapa Wina. Penyanyi yang sempat hits di era 90-an bersama grup vokal ceweknya D'Hebrieng, tetap setia kibarkan musik pop Sunda. Sederet hits sempat dicetak oleh grup yang diorbitkan oleh H. Dose Hudaya ini.

Kini di era dimana genre musik makin beragam, Wina pun semakin melebarkan sayapnya ke jalur pop Indonesia. Meski demikian bukan berarti jalur pop Sunda ditinggalkannya. Pasalnya, ia masih kerap menyajikan musik dengan lirik-lirik Sunda diberbagai kesempatan.

Sementara untuk jalur pop Indonesia, ia pun telah melempar album solo bertajuk "Gairah Cinta". Beberapa lagu dalam album tersebut merupakan recycle dari lagu-lagu yang sudah populer dari Sule seperti "Susis", "Bola Salju", dan "Bye Bye". Dalam lagu Bye Bye, Wina menyanyi bersama top rapper Indonesia, Iwa K.

"Tentu saja dengan duetnya bareng Iwa K. menjadi pengalaman tersendiri, selain bangga karena bisa berduet dengan top rapper. Banyak ilmu baru juga yang bisa diserap," ungkapnya saat ditemui belum lama ini.

Lewat karya teranyarnya itu, Wina pun sukses menyabet panggung hiburan nasional. Belakang ini lewat panggung "100 persen Ampuh" besutan Global TV, Wina DH kerap tampil unjuk kabisa. Pada tanggal 21 dan 28 Oktober mendatang, Wina pun akan tampil di pentas "100 persen Ampuh" yang akan digelar di Festival City Link, Jln. Peta Bandung.

"Siapa yang tidak senang, ternyata apa yang kita lakukan bisa di apresiasi oleh masayarakat luas. Terlebih lewat panggung "100 persen Ampuh" tentunya menjadi kesempatan besar untuk saya bisa lebih mengembangkan diri," tuturnya.

Diakuinya memang tidak mudah bisa hinggap dikancah musik nasional. Namun dengan keyakinan yang didukung oleh kemampuan, semua bisa terealisasi. Terbukti dengan keuletannya terus mengasah vokal di musik, kini Wina mulai memetik hasilnya.

Wina sendiri mengawali kiprahnya di industri rekaman pada tahun 1988, lewat sebuah album kompilasi Pop Indonesia produksi Dose Hudaya yang melibatkan sederet penyanyi pop Indonesia seperti Broery Pesolima serta Emilia Contessa. Selanjutnya memasuki era 90-an, Wina pun menyanyi dengan menggandeng Deddy Dores yang kemudian disibukan oleh kewajiban sebagai ibu rumah tangga.

Namun tak berhenti sampai disana. "Ya dorongan untuk tetap berkesenian itu selalu ada. Menyanyi 'kan sudah panggilan jiwa, maka ketika sempat tertunda, sayapun akhirnya kembali menyanyi. Hanya saja kalau dulu saya sempat eksis di grup, setelah saya kembali langsung membuat album kompilasi Pop Sunda "Bentang-Bentang" jilid 1 bersama Darso (alm.), Sule dkk. Disana Wina sendiri menyanyikan lagu berjudul "Cinta Ibarat Kalangkang" dalam racikan kualitas yang pantas diperhitungkan.

"Jangan mentang-mentang Pop Sunda kemudian digarap serampangan. Profesionalisme dan tanggung jawab estetika tetap saja harus ada. Yang jelas lagu harus bagus, musik harus bagus, vokal harus bagus, video klip harus bagus" tandasnya.

Sejak itu nama Wina pun terus melaju dan mengukuhkan posisi di jagat pop Sunda. Posisinya kian kuat lewat lagu "Gairah Cinta" dan "Cinta Nu Salah" yang dimuat dalam album kompilasi pop Sunda "Bentang-Bentang" jilid II dari produser Dose Hudaya yang dipasarkan tahun 2010.
(Tri widiyantie/"GM")**

Sabtu, 13 Oktober 2012

Perjalanan Music WINA DH



WINA HARTATI ROSTAMAN Ada Rasa Grogi PADA era tahun 90-an nama Wina Hartati Rostaman cukup populer. Bersama grup band D'Imut, ia meniti karier di blantika musik nasional. Pamornya kian melesat ketika membentuk sebuah kelompok vokal, D'Hebring (1991) bersama Rima, Lia dan Yossie. Ketika itu, Wina dan kawan-kawan menggebrak pentas musik lewat tembang-tembang pop Sunda berirama disco reggae. Kesuksesan tersebut membuat Wina pede menyematkan sebutan D'Hebring dibelakang nama aslinya. Cara itu tentu saja agar publik makin mengenal serta sebagai upaya kian mengatrol popularitas. Secara perlahan, Wina mulai menapak ke papan atas deretan penyanyi top Indonesia. Hal itu langsung mencuri perhatian musisi senior, Deddy Dores. Penyanyi dan pencipta lagu kawakan tersebut kepincut terhadap olah vokal Wina hingga ia memintanya berduet pada lagu "Tragedi Pagi", sebuah persembahan untuk mengenang peristiwa kecelakaan yang merengut nyawa Nike Ardilla. Wina juga sukses lewat album debutan "Serat Cinta", "Empot-empotan", lalu disusul album ketiga pop Indonesia, "Hanya Satu". Selain tenar bersama grup, Wina juga sukses sebagai penyanyi solo yang ditandai dengan dirilisnya satu album pop Sunda bertajuk "Suka-suka". Namun setelah album itu meledak, kiprah Wina nyaris tak terdengar lagi. Hampir 17 tahun ia hilang bak ditelan bumi. Baik di panggung hiburan maupun dalam album kaset, sosok Wina tak pernah dijumpai. Ia baru eksis lagi setahun lalu terlibat dalam album "Bentang-Bentang" jilid 1 tahun 2010 . Wina sebenarnya tidak begitu ngotot untuk kembali ke dunia tarik suara, namun melihat animo publik terhadap album "Bentang-Bentang" membuat ia terjun lagi dalam penggarapan "Bentang-Bentang" jilid 2 buah cipta sang suami H. Dose Hudaya S.H. Bersama sejumlah penyanyi Sunda seperti Darso, Sule, Tika Zein, Barakatak, Ayank dan Lina Sule, perempuan kelahiran Bandung, 19 Juli 1969 ini meramaikan kemasan DH Production tersebut. "Keikutsertaan saya di album itu semata-mata untuk mempertahankan eksistensi pop Sunda agar tidak sampai tergusur oleh jenis musik lain," kata Wina di kediamanya, Jln. Cilengkrang, Ujungberung Bandung, Kamis (14/7). "Sejujurnya saya sempat tidak ada semangat lagi menyanyi. Tapi ketika melihat kondisi lagu pop Sunda yang digarap asal jadi, membuat saya terlecut untuk nyanyi lagi. Terlebih suami memotivasi sehingga saya percaya diri kembali tampil," tambahnya. Menurutnya, album barunya hadir karena dorongan hati. Kerinduan untuk menyanyi di depan publik selalu menggodanya. "Hati tetap enggak bisa dibohongi. Selalu ada keinginan untuk kembali bernyanyi. Makanya ketika ada tawaran dari suami, saya langsung mau," papar inu dari dua anak Cynthia Ivana Sari Hudaya (19) dan Revalina Salsabila Sari Hudaya (7) ini. Dalam album kompilasi yang juga menampilkan sejumlah penyanyi beken di genre pop Sunda itu, Wina mendapat jatah dua lagu, "Gairah Cinta" dan "Cinta Nu Salah". "Saya jadi new comer kembali. Ada perasaan grogi juga maklum hampir tujuh belas tahun vakum," tetapi senang juga, karena teryata masih banyak yang suka suara saya," bilang Wina
Adalah H. Dose Hudaya ( DH ), produser dan pencipta lagu kahot dan sarat inovasi. Kini mengusung wina untuk menggarap sebuah album pop indonesia. Tak tanggung-tanggung, rapper nomor wahid di indonesia Iwa K disandingkan untuk berduet dalam album anyar pop indonesia Wina D'Hebring feat Iwa K yang saat ini sedang dalam promosi .
“saya merasa tersanjung dapat berkolaborasi dengan Iwa K, apalagi ini merupakan album pop indonesia saya yang pertama,” diakui wina pada pembuatan disebuah kawasan di bandung timur.
Lebih jauh wina mengaku senang dan menyambut baik tawaran DH untuk berduet dengan Iwa K. Menurut biduan yang pernah populer lewat lagu “Gairah Cinta” dan “Memendam Rasa” ini, melantunkan pop indonesia dirinya merasa lebih pede meski musikalitas banyak mengalami perubahan.
“melantunkan pop sunda itu kan sebenarnya cukup sulit dengan cengkoknya, makanya saya lebih percaya diri membawakan pop indonesia,” tutur wina .
10 buah lagu dalam berbagai jenis musik, mulai R n B hingga house music terangkum dalam album Wina, meski lagu-lagu dalam album wina merupakan ”recicle” yang seluruhnya buah karya DH seperti “Bye-bye”, “Susis”, Don’t worry be happy” yang sebelumnya dibawakan sule. Terasa lebih fresh lewat sentuhan tangan dingin DH yang kemampuannya menciptakan Hits memang tidak diragukan lagi.
Album pop indonesia wina ini terasa unik dan menarik dinikmati, simak saja nomor lagu lainnya, “O.E.A.E.O” dalam warna house music yang kental. Kolaborasi wina dan barakatak group terasa lebih ritmis dan heboh. Lagu itu sempat dibawakan barakatak bareng Tika Zeins si album “bentang – bentang 2” inovasi dan terobosan baru ala DH juga disajikan dalam lagu “Bola Salju”, pada awal boomingnya lagu itu dikemas dalam konsep full band dan dalam album wina dibawakan dalam balutan house misic memang banyak kejutan inovatif secara musikalitas dan aransemen versi DH dalam album baru pop indonesia Wina D’Hebring, juga paduan vocal Wina dan Iwa K yang padu dan unik .https://twitter.com/winadh