Selasa, 29 Oktober 2013
Sabtu, 20 Juli 2013
Koran Sindo hari ini Minggu, 21 Juli 2013
hal. 15 full
Cynthia Ivana S Hudaya , penyanyi Memilih Jalur POP Jazz
CYNTHIA IVANA SARI HUDAYA
Penampilan perdana yg mengesankan, lagu Miracle of love, Say good bye dan Touch me tenderly mulus dibawain padahal lagu2 itu sulit dinyanyiin... keren
Rabu, 29 Mei 2013
ALL ALBUM DH PRODUCTION
Selasa, 14 Mei 2013
DH Production Go Internasional
Promomusicindo - Indomix-King of Sound (London):
Promomusicindo Indomix please to welcoming
~Evie Talama~
Release date 01/04/2013
https://play.google.com/store/music/album/Evie_Tamala_Angin_Peuting?id=Bbfgswul74flbnemvw4cwiwqjia&feature=search_result#?t=W251bGwsMSwyLDEsImFsYnVtLUJiZmdzd3VsNzRmbGJuZW12dzRjd2l3cWppYSJd
~Sule~
Release date 01/04/2013
https://play.google.com/store/music/album/Sule_Prikitiew?id=B3mggy2sbeolqjsu5avw3pjhsfm&feature=search_result#?t=W251bGwsMSwyLDEsImFsYnVtLUIzbWdneTJzYmVvbHFqc3U1YXZ3M3BqaHNmbSJd
~Wina Dh~
Release date 01/04/2013
https://play.google.com/store/music/album/Wina_DH_Gairah_Cinta_feat_Iwa_K?id=Bhrrmostvdeaj6z4ffcvoxbp2hm&feature=search_result#?t=W251bGwsMSwyLDEsImFsYnVtLUJocnJtb3N0dmRlYWo2ejRmZmN2b3hicDJobSJd
As ever this can be bought from any of the main online music services International like iTunes,Google play music, Napster, eMusic, Spotify,Nokia,Amazon,virgin megastore,Hmv,ovi,deezer,tesco entertainment,etc,
but a free way of accessing the music, whilst still making sure the Artist get’s paid is via streaming services like We7,spotify and lastfm
Let's The world listen to your music
Distibuted by
Promomusicindo - Indomix
Sabtu, 19 Januari 2013
Bulan Depan, Album Pop Sunda Beredar di 3 Negara
Rabu, 16 Januari 2013, 17:21 WIB
“Setelah DHP menjalin kerja sama dengan label life record pada senin 7 Januari 2013, Insya Allah pada Februari 2013 album pop Sunda dapat dinikmati masyarakat di tiga Negara yang meliputi Singapura, Malaysia, dan Brunei. Pada Februari nanti, di tiga negara tersebut sudah beredar dalam bentuk kepingan VCD,” kata Dose saat ditemui di kediamannya, Jalan cilengkrang Kota Bandung, Rabu (16/1/2013).
Dose mengatakan sebenarnya kalau masyarakat ingin menikmati lagu-lagu tersebut, tidak usah menunggu sampai beredarnya VCD. Karena mulai bulan ini, lagu-lagu itu sudah dapat dinikamati dalam bentuk RBT.
Di sisi lain, dia mengakui awal mula terjalinnya kerja sama itu dimulai dari kedatangan pihak label Life Record yang mengunjungi DHP, dengan alsan bahwa album-album yang diproduksi DHP sudah dinikmati masayarakat di luar negeri.
“Kata pihak label, pembajakan lagu DHP sudah marak di sana. Maka dari itu, Life Record berniat untuk melegalkan lagu-lagu tersebut supaya dapat dinikmati secara langsung karya asli DHP,” jelasnya.
Dia menambahkan setelah mendapatkan kabar baik tersebut, beberapa musisi Sunda langsung merespons postif. Hal tersebut diungkapkannya mengingat go international bukanlah hal yang mudah.
“Maka dari itu diharapkan melalui kerja sama ini, musisi-musisi Sunda dapat menunjukkan karya terbaiknya sampai go international,” ujarnya.[jul]
http://m.inilah.com/read/detail/1948034/bulan-depan-album-pop-sunda-beredar-di-3-negara
Pemerintah dan Komunitas Usaha Rekaman Sambut Baik
H Dose Hudaya SE SH MH, pencipta lagu, kreator seni dan sekaligus sebagai pemilik DH Production mengatakan, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf saat bersilaturahmi ke rumah produksi DH Production, Kamis (10/1) lalu menyatakan sangat mengapresiasi langkah DH Production.
"Saat itu Wakil Gubernur mengatakan langkah kami ini merupakan langkah yang jeli dalam melihat pasar luar negeri. Karena kerjasama di bidang industri kreatif di kawasan Asean itu harus dibangun, termasuk industri musik," kata Dose saat ditemui Tribun di rumah produksinya, Jalan Cilengkrang I, Rabu (16/1).
Selain itu Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, H Iwan R Sulandjana yang juga menjabat sebagai jajaran Dewan Pembina Panaratas (Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda) pun dikatakan Dose menyebutkan go international-nya lagu-lagu pop Sunda berarti orang Sunda sudah kembali ke sejarah. Karena dulu ada yang disebut 'Sunda Land' terbentang dari Thailand sampai New Zealand.
Bahkan Dady Gyardani, arranger yang juga Ketua Umum DPP Panaratas mengatakan, langkah DH Production sebagai kemajuan bagi industri rekaman lagu-lagu Sunda. Ini menunjukkan karya album yang dirancang secara profesional akan mampu berdaya saing di pasaran.
"Saya selaku ketua Panaratas merasa bangga dan mengapresiasi keberhasilan tersebut dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya," ungkapnya. (*)
Lagu Sunda Go Internasional, Sebuah Langkah Sensasional DH Production
jum'at, 18 Januari 2013 - 20:24:43 WIB
Diposting oleh : Agus Budi c
Dcentronews - Bandung
DH Production sebuah label recording yang terletak di kawasan Bandung di bawah pimpinan salah seorang seniman Sunda serta seorang Lawyer H. Dose Hudaya SE,SH,MH, membuat langkah yang sangat sensasional dan strategis serta bersejarah.
Hal tersebut di karenakan DH Prodution berhasil menandatangani sebuah agreement di Singapore yang isinya memberi License kepada Life Record Ind PTE Ltd (Singapore) untuk memproduksi dan mengedarkan album-album rekaman produksi DHP, baik Pop Sunda mau pun Pop Indonesia, di Singapore, Malaysia, dan Brunai, baik berupa fisical (vcd, cd) maupun digital termasuk Ring Back Tone.
Dalam penandatanganan agreement itu terdapat album-album yang akan beredar di tiga negara tersebut diatas, yaitu 6 album Pop Sunda yaitu Kompilasi Bentang-Bentang I, Kompilasi Bentang-Bentang II, Solo Album Sule 'Prikitiew', Solo Album Darso, Solo Album Evie Tamala, dan Kompilasi Tembang Bentang-Bentang. Serta 2 album Pop Indonesia yaitu Solo Album Sule 'Susis' dan Wina DH yang dalam lagu 'Bye-Bye' featuring dengan Iwa K.
Dan akan menyusul yaitu Album Kompilasi Pop Sunda 'Bentang-Bentang' III yang melibatkan sosok-sosok terkenal seperti Debu featuring Dose dalam lagu "Bidadari Akang", Evie Tamala, dan Didi Kempot.
Langkah ini merupakan sebuah terobosan yang strategis, karena dengan begitu berarti DHP membuka ruang pasar yang baru, selain pasar domestik, baik domestik dalam pengertian nasional Indonesia maupun regional Jawa Barat, ungkap Dose saat preesconf di kediamannya Jl Cilengkrang, Bandung, Rabu (16/1).
Merupakan langkah bersejarah, karena untuk pertamakalinya album Pop Sunda dicetak dan diedarkan di kawasan Asean dengan cara pemberian Lisensi. Selama ini album Pop Sunda diekspor dalam bentuk jadi. Sekarang, melalui kerjasama DHP dengan Life Record, album Pop Sunda diproduksi di luar negeri atas dasar Lisensi, tambah Dose kembali.
Perlu di ketahui bahwa kerjasama dengan Life Record ini bisa terjalin atas permintaan Life Record yang sebelumnya telah mengevaluasi materi, kwalitas dan potensi pasar dari album2 DHP.
Hal ini merupakan suatu kebanggaan bisa mengangkat citra dan kualitas musik pop Sunda sampai go internasional, dan itu merupakan visi dan misi DHP karena sejak eksis kembali di tahun 2009 DHP mengemban visi dan misi yakni mengembalikan kecintaan orang sunda terhadap musiknya, menasionalkan musik sunda supaya digemari oleh seluruh bangsa Indonesia dan ini sekarang sudah banyak orang yang bukan Sunda menggemari musik sunda, dan yang terakhir adalah go internasional, dan semua itu hanya bisa diraih dengan kwalitas baik lagu, music dan clip, tutup Dose.
http://dcentronews.com/news/kategori/berita-2189-lagu-sunda-go-internasional-sebuah-langkah-sensasional-dh-production.html
DH Production Bawa Lagu Sunda Go International
Rabu, 16 Januari 2013, 16:21 WIB
Pimpinan DH Production (DHP), Dose Hudaya mengatakan baru-baru ini label yang dinaunginya baru saja menandatangani sebuah agreement yang isinya memberi license kepada life record ind PTE Ltd (singapura) untuk memproduksi dan mengedarkan album-album rekaman produksi DHP.
“Tepatnya Senin, 7 Januari2013, saya telah menjalin kerja sama itu. Mudah-mudahan ini adalah momentum baik buat perkembangan musik Sunda,” kata Dose saat ditemui di kediamannya Jalan Cilengkrang I, Kota Bandung, Rabu (16/1/2012).
Dose mengatakan lagu-lagu produksi DHP yang akan digarap oleh label singapura itu tidak hanya lagu-lagu Sunda saja, melainkan terdapat pula lagu Indonesia yang dimainkan musisi Sunda. Adapunya yang akan digarap oleh label singapura tersebut meliputi enam album pop Sunda dan dua album pop Indonesia.
“Langkah ini merupakan terobosan baru yang strategis, karena dengan begitu berarti DHP membuka ruang pasar baru bagi musisi Sunda. Selain pasar domestik (Jawa Barat), nasional dan sekarang tambah menjadi internasional,” katanya.
Dia menambahkan ini merupakan langkah bersejarah, mengingat untuk pertama kalinya album pop Sunda dicetak serta diedarkan di kawasan Asean dengan cara pemberian lisensi. Seperti yang diketahui selama ini album pop Sunda lebih sering berputar di pasar domestik.
“Maka dari itu, melalui kerja sama DHP dengan Life Record, album pop Sunda akan diproduksi di luar negeri atas dasar lisensi,” ucapnya.[jul]
http://m.inilah.com/read/detail/1948001/dh-production-bawa-lagu-sunda-go-international
8 Album Siap Go International
Album pop Sunda yang sudah masuk daftar untuk diproduksi dan diedarkan oleh Life Recording Ind PTE Ltd itu adalah Kompilasi Bentang-Bentang I, Kompilasi Bentang-Bentang II, Solo Album Sule "Prikitiew", Solo Album Darso, Solo Album Evie Tamala, dan Kompilasi Tembang Bentang-Bentang. Sementara yang album pop Indonesia adalah Solo Album Sule "Prikitiew" dan Wina DH dengan salah satu lagunya "Bye-Bye" featuring Iwa K.
Selain itu dikatakan H Dose Hudaya SE SH MH, pencipta lagu, kreator seni dan sekaligus sebagai pemilik DH Production, pihaknya juga sudah memasukan beberapa album yang siap dirilis ke dalam daftar album yang akan diproduksi dan disebarkan Life Recording Ind PTE Ltd. Album musik yang dirilis dalam waktu dekat itu adalah Album Kompilasi Pop Sunda 'Bentang-Bentang III' yang melibatkan sosok terkenal seperti grup band Debu feat Dose Hudaya dalam lagu 'Bidadari Akang', Evie Tamala dan Didi Kempot.
"Kami berharap kerjasama ini bisa berjalan lancar dan mampu meningkatkan daya tarik pop Sunda di mata dunia," kata Dose saat ditemui Tribun di rumah produksinya, Jalan Cilengkrang I, Rabu (16/1). (*)
Musisi dan Penyanyi Bangga Pop Sunda Mendunia
Seperti Yan Achiemsha arranger pop Sunda yang terkenal dengan karya fenomenalnya "Kalangkang" dikatakan H Dose Hudaya SE SH MH, pencipta lagu, kreator seni dan sekaligus sebagai pemilik DH Production, menilai bahwa pop Sunda tidak gampang untuk bisa go international. Karena materi dan kualitas, baik lagu, musik, dan video klipnya harus benar-benar baik dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Dia (Yan) berharap ini menjadi motivasi untuk seniman-seniman pop Sunda," kata Dose saat ditemui Tribun di rumah produksinya, Jalan Cilengkrang I, Rabu (16/1).
Selain itu, kata Dose, Evie Tamala pun mengaku sangat senang dan bersyukur mendapat kerjasama dengan DH Production. Langkah DH itu menurutnya sebagai langkah yang berani dalam melakukan terobosan baru. "Evie merasa banyak mendapat pengalaman baru saat kerjasama dengan DH Production. Perjalanan seninya menjadi makin berwarna, khususnya dalam seni Sunda," ujar Dose.
Tak hanya Evie, lanjut Dose, vokalis grup Debu, Mustafa yang belum lama ini melakukan rekaman bareng pun menyambut baik go international-nya pop Sunda. Menurutnya, jika kualitasnya sudah memadai kenapa tidak untuk go international. "Sekarang tinggal promonya, karena kualitas musik sudah memadai," kata Dose menirukan ucapan Mustafa.
Sementara musisi senior, Sam Bimbo dikatakan Dose saat dimintakan pendapatnya selain menyambut baik juga mem berikan saran-saran. Sam memang sudah mengenyam kerjasama dengan produser dari Singapura sehingga ia mengingatkan Dose untuk berhati-hati.
"Karena mereka akan patuh kepada aturan, sehingga kita harus teliti dan hati-hati dalam menuangkan aturan kerjsamanya. Untuk itu kita harus menggunakan lawyer yang memahami UUD dan HAKI mereka yang mengacu ke Inggris. Bisnis ini panjang, jika kita yang menjadi dirigen, artinya mereka patuh kepada aturan yang diinginkan kita. Itu saran dari Sam Bimbo," ujar Dose. (*)
Industri Pop Sunda Go International
Hal itu ditunjukannya dengan menggandeng Life Recording Ind PTE Ltd yang berkedudukan di Singapura, untuk memproduksi dan mengedarkan album-album produknya baik pop Sunda maupun Indonesia di Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
"Ini memang sebagai langkah strategis dan bersejarah khususnya bagi perkembangan musik pop Sunda ke depan. Kami melakukan agreement yang isinya memberi license kepada Life Recording Ind PTE Ltd yg berkedudukan di Singapura pada Senin 7 Januari 2013," kata H Dose Hudaya SE SH MH, pencipta lagu, kreator seni dan sekaligus sebagai pemilik DH Production saat ditemui Tribun di rumah produksinya, Jalan Cilengkrang I, Rabu (16/1).
Selama ini dikatakan Dose, selain marak yang bajakan di negara tetangga, album pop Sunda diekspor dalam bentuk jadi. Sekarang bisa diproduksi di luar negeri dengan dasar lisensi. "Langkah ini menjadi sebuah terobosan untuk membuka pasar musisi dan artis Jawa Barat di luar negeri walaupun baru untuk kawasan Asean," ujarnya. (*)
http://jabar.tribunnews.com/2013/01/17/industri-pop-sunda-go-international
Selasa, 25 Desember 2012
Selasa, 04 Desember 2012
Band Religi Debu Kolaborasi dengan Musisi Sunda, Dose Hudaya
Selasa, 4 Desember 2012 18:34 wib
Tomi Tresnady - Okezone
Debu (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
Mereka berkolaborasi membawakan tembang lawas yang diaransemen lagi dengan corak musik Sunda dengan gambus khas Debu, berjudul “Bidadari Akang” salah satu koleksi lagu dari album Bentang-Bentang III.
“Tadinya saya nggak pernah tahu. Selama ini beliau nggak pernah rekaman tetapi baru mau sama kami. Ya ini sebuah kehormatan besar yang susah diungkapkan,” tutur vokalis Debu, Mustafa saat berbincang dengan Media di Jakarta, belum lama ini.
Walau musik etnik di dalam negeri sendiri banyak “dicampakkan”, bagi Debu musik etnik Sunda adalah hal yang luar biasa. Mereka berjanji akan membawakan lagu ini saat tampil di luar negeri.
”Apalagi penggemar Debu dimana-mana, ada di Asia Tenggara, Turki, Algeria dan pasti ditonton di mana-mana. Ini suatu kebanggan buat saya bisa membawa musik Indonesia keluar," ungkap penyanyi berambut pirang ini.
Bagi Dose sendiri yang kebetulan hadir bersama Debu mengaku tak bisa menjelaskan hingga dirinya bisa berkolaborasi dengan salah satu band religi yang di sukai di Indonesia hingga mancanegara itu.
“Nah, itu yang sampai sekarang belum bisa terjawab, sampai saya tanya keluarga saya, kok bisa mau kerja sama dengan Debu,” katanya.
Menurutnya, lagu tersebut pernah dibawakannya secara solo saat tampil di TVRI. “Tapi saya enggak mau menyanyikan sendiri untuk komersil. Nah, pas ada Debu kok saya jadi kepengen keluarin lagi. Aneh juga sih,” ujar pria yang kental dengan logat Sundanya ini.
Mustafa menambahkan, dirinya merasa puas dengan hasil rekamannya. “Kita berharap besar ke depannya bisa bekerja sama lebih lama lagi,” harapnya.
(tre)
http://music.okezone.com/read/2012/12/04/389/727333/band-religi-debu-kolaborasi-dengan-musisi-sunda-dose-hudaya
Sabtu, 01 Desember 2012
Kolaborasi Group DEBU Dengan Dose Hudaya Pada Album Bentang-Bentang 3
Diposting oleh : Agus Budi c
Dcentronews - Jakarta
Grup band religi Debu mengaku bangga berkolaborasi dengan Dose Hudaya, produser dan musisi terkenal dari tanah Sunda.
Mustafa selaku Vokalis Debu mengatakan, "Buat saya ini sebuah kehormatan besar. Tadinya saya nggak pernah tahu. Selama ini beliau nggak pernah rekaman tetapi baru mau sama kami. Ya ini sebuah kehormatan besar yang susah."
Bermusik menurut mustofa adalah bagaimana menghasilkan sebuah karya yang bisa membuat hati puas. Terlepas hasil karya tersebut akan diterima dengan penilaian negatif atau positif,namun dengan niatan menyuguhkan seni yang benar-benar murni dari hati tentu akan membuat masyarakat terbuka untuk memahami seni dengan hati, lanjut Mustaa saat Presscon di Pisa Cafe Mahakam, Jum'at (30/11)
Debu dan Dose bekerja sama membawakan lagu lawas dengan warna musik tradisional dicampur gambus berjudul Bidadari Akang, dalam album kompilasi Bentang-Bentang III. \
Mustafa sangat berhara bisa membawa musik tradisional Indonesia ke dunia luar. Debu berjanji akan membawakan lagu yang berirama musik Sunda tersebut pada setiap penampilannya di luar negeri.
"Buat kami suatu kebanggaan bisa mengangkat lagu tradisional Indonesia. Apalagi penggemar Debu dimana-mana, ada di Asia Tenggara, Turki, Algeria dan pasti ditonton dimana-mana. Ini suatu kebanggan buat saya bisa membawa musik Indonesia keluar," terangnya.
"Kedepannya Debu akan kembali dikawinkan dengan seniman lain seperti Didi Kempot. Tapi menurut saya,hasil dari Bidadari Akang sangat membuat saya dan seniman sunda yang lainnya puas, dan akhirnya Bentang-Bentang III berhasil diluncurkan, tutup Dose.
http://www.dcentronews.com/ news/kategori/ berita-2045-kolaborasi-group-de bu-dengan-dose-husada-pada-alb um-bentangbentang-3.html
Jumat, 30 November 2012
Debu Featuring Dose Telurkan Pop Sunda
Diposting oleh : Emerita
Kategori: SHOW & SELEBRITI - Dibaca: 13 kali
Kesyahduan suara penyanyi Pop Sunda, Darso, mampu mencuri perhatian musisi yang tergabung dalam grup Debu (Saleem) sehingga membuatnya menobatkan diri sebagai fans berat Darso.Tepatnya sejak dua tahun lalu, Saleem mulai mengenal Darso melalui karya hingga akhirnya jatuh cinta. Menurutnya, Darso adalah sosok kharismatik dengan vokal dan musikalitas yang tak sembarangan.
Berawal dari sang ayah yang mengetahui Darso dari situs Youtube, pria keturunan Timur Tengah itu pun mulai menyukainya. Meski genre musik Pop Sunda itu terasa baru di telinganya, Saleem justru ingin belajar untuk mendalami. Saleem bersama bandnya Debu, kini sedang mencoba mendalami musik Sunda dengan berkolaborasi bersama Dose Hudaya, seorang produser musik Pop Sunda,yang telah menelurkan artis terkenal Evi Tamala.
Bagi Saleem, Pop Sunda yang dinyanyikan bersama Dose dengan judul Bidadari Akang,disebut bertajuk "tribute For Darso",dan dia pribadi berharap bisa tinggal di Kota Kembang. Karena baginya bicara musikalitas, orang-orang asli Sunda mampu menghasilkan karya yang kerap membuatnya takjub."Orang sini kreatif. Musiknya enak sekali didengar. Makanya saya harap bisa tinggal di sini untuk belajar lebih dalam lagi soal musik Sunda," tandasnya.
Pertemuan singkatnya dengan Dose Hudaya membuatnya mantap mengawinkan vokal Mustofa dengan Dose. Dan ternyata dalam waktu 2 hari saja mereka kembali bertemu di dapur rekaman dengan hasil yang membuat semua yang terlibat didalam penggarapan lagu ini sangat puas.
"Dalam lagu ini saya sebagai musisi sangat puas, karena semua unsur alat musik yang selalu identik dengan Debu tertuang dalam lagu Bidadari Akang. Dan saya merasa bahwa lagu ini sangat menyentuh di hati." tutur Mustofa pada wartawan sore itu di Pisa Cafe,Jakarta.
Bermusik menurut mustofa adalah bagaimana menghasilkan sebuah karya yang bisa membuat hati puas. Terlepas hasil karya tersebut akan diterima dengan penilaian negatif atau positif,namun dengan niatan menyuguhkan seni yang benar-benar murni dari hati tentu akan membuat masyarakat terbuka untuk memahami seni dengan hati.
Hal ini diamini juga oleh Dose yang ternyata terpesona dengan kwalitas bermusik Debu,hingga mau turun gunung dan menyanyi bersama. Dan ternyata sambutan masyarakat sunda terlebih bandung,lagu ini diterima dengan sangat antusias. Dari mulai anak-anak hingga orang dewasa,sudah hafal lagu ini walaupun belum dibuat CDnya.
"Kedepannya Debu akan kembali dikawinkan dengan seniman lain seperti Didi Kempot. Tapi menurut saya,hasil dari Bidadari akang sangat membuat saya dan seniman sunda yang lainnya puas.Dan akhirnya Bentang-Bentang III berhasil diluncurkan" tambah Dose Hudaya kepada wartawan.
http://www.satumenit.com/kategori/media.php?module=detailberita&id=1132
Debu Bangga Kolaborasi Musisi Ternama Sunda , Dose Hudaya
INILAH.COM, Jakarta - Grup band religi Debu mengaku bangga berkolaborasi dengan Dose Hudaya, produser dan musisi terkenal dari tanah Sunda.
"Buat saya ini sebuah kehormatan besar. Tadinya saya nggak pernah tahu. Selama ini beliau nggak pernah rekaman tetapi baru mau sama kami. Ya ini sebuah kehormatan besar yang susah diungkapkan," ujar Mustafa, vokalis Debu di Pissa Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (30/11).
Debu dan Dose bekerja sama membawakan lagu lawas dengan warna musik tradisional dicampur gambus berjudul Bidadari Akang, dalam album kompilasi Bentang-Bentang III.
Mustafa berharap, bisa membawa musik tradisional Indonesia ke dunia luar. Debu berjanji akan membawakan lagu yang berirama musik Sunda tersebut pada setiap penampilannya di luar negeri.
"Buat kami suatu kebanggaan bisa mengangkat lagu tradisional Indonesia. Apalagi penggemar Debu dimana-mana, ada di Asia Tenggara, Turki, Algeria dan pasti ditonton dimana-mana. Ini suatu kebanggan buat saya bisa membawa musik Indonesia keluar," terangnya. [aji]
http://www.inilah.com/read/detail/1932775/debu-bangga-kolaborasi-musisi-ternama-sunda
Minggu, 11 November 2012
"Bidadari Akang"
Kolaborasi Dose Hudaya dengan Debu
| yosie wijaya |
| Dose Hudaya dan grup Debu |
Spenggal lirik lagu "Bidadari Akang", karya cipta Dose Hudaya bakal go public lewat Album Kompilasi Pop Sunda "Bentang-Bentang" Jilid III awal 2013 mendatang.
Ada yang unik dalam lagu tersebut. Dose berkolaborasi dengan Mustafa vokalis Debu, grup musik Muslim asal Amerika Serikat yang sama sekali tidak punya image Pop Sunda.
Tidak hanya di sektor vocal, Debu pun memberi sentuhan musikal, dengan memasukkan sound dari instrumen-instrumen khas yang biasa dimainkan oleh mereka.
Menurut Dose, kolaborasi ini berproses dengan cepat. Tanpa rencana dan rekayasa. Berawal dari perkenalan Dose dengan Saleem pada Kamis 1 November lalu di LDR Studio, Bandung.
Saleem diajak oleh Hendri Lamiri, musisi Jakarta yang pada hari itu dijadwalkan mengisi biola sebanyak 8 lagu untuk Album Kompilasi Pop Sunda "Bentang-Bentang" Jilid III.
Saleem pun sempat mencoba mengisi saxophone bambo untuk satu lagu. Kembali ke Jakarta malam itu juga, Saleem membawa sample album-album karya cipta Dose.
Komunikasi pun berlanjut, Debu menyampaikan ketertarikan kepada lagu-lagu karya Dose, dan siap berkolaborasi. Pembicaraan intens via telefon pun berlanjut dan berujung pada kesepakatan untuk berkolaborasi pada lagu "Bidadari Akang" .
"Lagu Bidadari Akang sudah siap, bahkan pernah saya nyanyikan di acara Hariring TVRI Jabar, tinggal masuk vokal Mustafa dan diisi instrumen musik khas Debu" terang Dose. Rekaman vokal Mustafa dan instrumen-instrumen musik Debu dikerjakan dalam satu malam, Rabu 7 November, dan langsung syuting videoklip besok harinya, dari pukul 08.00i hingga pukul 14.00. Harus on time karena Debu padat jadwal. Dan ini juga merupakan pembelajaran, bahwa salah satu ciri profesional adalah tepat waktu.
"Debu sangat profesional dan kooperatif, personality-nya pun enak, santun dalam bergaul. Dari segi musik, bukan hanya saya, arranger yang menggarap musik Bidadari Akang pun merasa puas. Masuknya instrumen-instrumen Debu memperkaya kemasan musik Bidadari Akang", papar Dose di sela kesibukan syuting videoklip bersama Debu, yang berlangsung Kamis 8 November di home base DH Production, Cilengkrang, Bandung.
"Tadinya," tambah Dose,
"Ada keraguan di sisi vokal, jangan-jangan nantinya jomplang antara vokal saya dengan vokal Mustafa. Tapi ternyata tidak, pengucapan dan penjiwaannya bagus. Saya sungguh puas. Masuknya instrumen musik Debu pun bisa harmonis dengan musik etnik Sunda. Harmonisasi musik Bidadari Akang tetap terjaga. Dan, satu hal lagi, kerjasama ini lebih didasari pada ketertarikan Debu pada kekuatan lagu, lirik, dan pamor serta promo DH Production di Jabar dan sekitarnya, bukan didasari pada ketertarikan finansial." jelasnya.
Menurut Saleem, peniup saxophone bambo grup Debu yang bicara mewakili grupnya, lagu "Bidadari Akang" hasil kolaborasi ini mempunyai nilai jual untuk ditawarkan ke pasar luar negeri.
"Ini lagu yang bagus dan unik, musiknya perpaduan etnik Sunda dengan musik Debu yang mengusung World Music. Saya optimis, dengan dukungan promosi yang bagus, lagu ini bisa menembus pasar internasional,". papar Saleem.
Sementara itu, dimintai tanggapannya tentang kolaborasi tersebut, artis Pop Sunda ternama Rika Rafika berucap,
"Kolaborasi Pak Dose Hudaya dengan Debu menurut saya bagus, mantap. Tentunya membawa warna baru di kancah Pop Sunda. Bravo Pop Sunda…..! ".
Sabtu, 10 November 2012
Wah, Band Religi Debu Garap Lagu Sunda
Pertemuan musisi berbeda budaya serta aliran musik itu sontak membuat karya yang dihasilkan terasa unik. Balutan alat musik khas Timur Tengah milik Debu serta kentalnya melodi Pop Sunda berpadu menjadi satu hingga menghadirkan musik baru.
Kolaborasi itu bermula dari kehadiran Debu di Kota Kembang untuk bertemu dengan musisi lokal Dose Hudaya. Pembicaraan mengenai proyek lagu Pop Sunda itu kemudian berlanjut serius hingga kesepakatan untuk berkolaborasipun dimulai.
"Enggak sengaja bertemu, saya tawarkan sama Debu lagu ini. Kemudian mereka ternyata suka, serius dan hasilnya kolaborasi seperti sekarang," ujar Dose Hudaya kepada INILAH.COM saat ditemui di kantor DH Production, Jalan Cilengkrang, Kota Bandung, Kamis (8/11/2012).
Para personil Debu yang menyambut dengan tangan terbuka tawaran Dose untuk berkolaborasi mengaku senang bisa bernyanyi lagu Pop Sunda. Pasalnya, sudah sejak lama mereka menyukai lagu daerah asal Jawa Barat itu.
"Kami sambut baik tawaran itu karena kami sendiri memang sudah suka sama musik Sunda. Unik dan enak didengar. Makanya engga butuh waktu lama buat kita akhirnya menjalin kerjasama. Dari bertemu, besoknya membuat video klip," papar salah seorang personil Debu, Saleem.
Tembang bertajuk Bidadari Akang sendiri rencananya akan mulai dirilis pada awal tahun 2013 mendatang. Namun, untuk video klip sendiri segera diluncurkan pada minggu depan.
"Kalau sudah rampung, minggu depan juga kita akan rilis. Sesegera mungkin karena sekarang juga kita kan sedang membuat video klipnya. Namun kalau untuk kolaborasi, enggak akan hanya sampai di sini. Rencananya akan berlanjut," tandas Dose. [ito]
Jumat, 09 November 2012
2012-11-09 00:00:00
Band Debu, yang dikenal dengan lagu religinya, mencoba sesuatu yang baru dengan berkolaborasi bersama produser dan pencipta lagu Sunda, Dose Hudaya dalam lagu berjudul Bidadari Akang.
Kolaborasi bermula dari kehadiran Debu di Kota Bandung untuk bertemu Dose Hudaya. Pembicaraan mengenai proyek lagu Pop Sunda itu berlanjut serius hingga sepakat untuk berkolaborasi.
''Enggak sengaja bertemu, saya tawarkan sama Debu lagu ini. Kemudian mereka ternyata suka, serius dan hasilnya kolaborasi seperti sekarang,'' ujar Dose Hudaya kepada di kantor DH Production, Jalan Cilengkrang, Kota Bandung, Kamis (8/11/2012).
Para personil Debu yang menyambut dengan tangan terbuka tawaran Dose untuk berkolaborasi mengaku senang bisa bernyanyi lagu Pop Sunda. Pasalnya, sudah sejak lama mereka menyukai lagu daerah asal Jawa Barat itu.
''Kami sambut baik tawaran itu karena kami sendiri memang sudah suka sama musik Sunda. Unik dan enak didengar. Makanya engga butuh waktu lama buat kita akhirnya menjalin kerjasama. Dari bertemu, besoknya membuat video klip,'' papar salah seorang personil Debu, Saleem.
Lagu berjudul Bidadari Akang sendiri rencananya dirilis pada awal tahun 2013 Namun, video klipnya segera diluncurkan minggu depan.
''Kalau sudah rampung, minggu depan juga kita akan rilis. Sesegera mungkin karena sekarang juga kita kan sedang membuat video klipnya. Namun kalau untuk kolaborasi, enggak akan hanya sampai di sini. Rencananya akan berlanjut,'' tandas Dose.
sumber: inilahjabar.com
( written by : roni ramdan )
www.rasefm.com/news/viewDetail1.php?id=1799










