href="http://www.widgeo.net">widgeo.net widgeo.net widgets basketball-0007.gif from 123gifs.eu

Follow Us

Minggu, 01 April 2012

Isma Anggraeni

Sebuah Anugerah

TIDAK terbersit dalam benak Isma Anggraeni dirinya akan menjadi penyanyi profesional dan dikenal orang seperti sekarang ini. Ketika itu, ia hanya punya impian ingin merampungkan kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk menggapai gelar sarjana. Maka tak heran jika saban harinya, perempuan kelahiran Bandung, 27 Oktober 1988 ini dihabiskan dengan belajar serta membuat skripsi.

Namun di waktu senggangnya, Isma suka menyempatkan diri untuk menyanyi. Tak hanya karaokean di rumah, ia pun kerap diajak kelompok dangdut milik orangtuanya show di sejumlah tempat. Dengan cara itu, sulung dari tiga bersaudara pasangan Usep Saepur dan Imas Sukaesih ini bisa menghilangkan kejenuhan.

"Kalau enggak ada kuliah, saya emang suka nerima tawaran nyanyi. Tapi itu cuma iseng, daripada stress mikirin skripsi ya lebih baik ikut-ikutan nyanyi. Lumayan menghibur diri dan orang lain sekaligus dapat duit hehe," katanya disertai tawa.

Saking keseringan tampil, wanita berbadan subur ini akhirnya ketagihan. Ia jadi sering unjuk kebolehan baik di panggung rakyat maupun acara-acara pernikahan usai membereskan kuliahnya. Dengan begitu, jam terbangnya pun terbilang tinggi. Hal tersebut, membuatnya kian pede menjajaki industri olah vokal secara profesional.

Tak heran jika Isma begitu penuh keyakinan mendaftar saat ada audisi untuk album pop Sunda "Tembang Bentang-bentang" yang digagas DH Production. "Waktu akan ikut audisi modal saya cuma nekat. Mau dapat syukur enggak pun enggak apa-apa. Tapi ternyata Tuhan menghendaki saya lolos. Sebuah anugerah yang luar biasa yang tidak terpikir sebelumnya," ungkapnya.

Isma yang memiliki suara bening dinyatakan lolos oleh H. Dose Hudaya, pencipta lagu sekaligus produser dari Tembang Bentang-bentang. Isma pun dipercaya melantunkan sebuah tembang manis bertajuk "Cinta Nu Suci".

Menurut Isma yang ditemui usai mengisi acara di TVRI Jabar-Banten belum lama ini, dirinya sangat bangga bisa terlibat di album kompilasi penuh warna, karena berisi sejumlah penyanyi pop Sunda dengan status yang beragam. "Apalagi dikasih lagu Cinta Nu Suci, saya suka banget. Itu lagu benar-benar menyentuh, sehingga saya bisa menjiwai lagu tersebut," katanya.

Lagu yang dikemas secara apik ini, lanjut Isma, menceritakan kesabaran seorang perempuan yang tetap bertahan walau sering disakiti. "Najan sok dinyerikeun hate (sekalipun suka disakiti hatinya), cintanya tetap kuat. Itu karena kekuatan cinta yang suci," katanya.

Penyanyi yang pernah menembus 20 Besar Kontes Dangdut Indonesia (KDI) ini optimistis album Tembang Bentang-bentang bakal digemari. Meski kondisi pasar musik tengah lesu darah dan menggilanya aksi pembajakan karya cipta, kehadiran album Tembang Bentang-bentang sanggup mencuri perhatian.

"Album yang menerapkan konsep semua lagu adalah jagoan itu direspons positif masyarakat. Alhamdulilah VCD-nya laku keras. Tingkat penjualannya sangat memuaskan. Lagu-lagunya banyak diputar, baik di radio maupun stasiun televisi lokal," katanya mengakhiri percakapan.
(mza/"GM")**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar